Rabu, 16 Maret 2016

Samba Server

Samba server adalah suatu teknik dalam debian untuk mensharingkan data atau folder. Supaya tidak bingung, saya akan memberi pernyataan di bawah sekaligus cara pengerjaannya.
"Sebuah perusahaan ABC mempunyai 5 staff administrasi (joni, robert, gunawan, susi, elisa). terdapat dua file sharing yaitu umum(disharing dengan nama S_UMUM) dan acc (disharing dengan nama S_ACC).
kedua folder yang disharing terdapat di home dengan folder 'home'(atribut full akses untuk joni,robert,susi) dan folder 'acc'(atribut full akses untuk gunawan,elisa,joni)
Semua folder sharing bisa dilihat semua staff dan memiliki akses full,hanya dibatasi oleh user pengguna. Masing-masing staff juga memiliki akses ke home direktorinya sendiri."

Langkah-langkah untuk melakukan pernyataan di atas adalah :
  1. install samba pada debian anda. Pada penginstalan, samba akan meminta workgroup. Isilah workgroup dengan nama apa aja.
  2.  Buka file nano /etc/samba/samba.conf. Dibagian Global set workgroupnya, dibagian aunthentication ubah security jadi share(ini penting agar file dapat di share) dan edit folder/file yang mau di share di share definitions.

  3. Add user pada debian dan Add user pada samba.(nb : karena saya telah adduser debiannya, maka saya hanya akan memperlihatkan kodingnya)<Ingat!!! password (khususnya samba) harus selalu diingat> 
  4.  restart service dari samba
  5. Buka run pada windows.IP sesuaikan dengan ip debian Anda.
  6. Anda akan diminta login. Login yang dilakukan harus menggunakan nama user dan password samba. Lalu akan keluar hasil seperti ini.
  7. Sesuai koding saya yang ada pada share definitions, maka robert tidak dapat akses ke s_acc


*Ada beberapa koding lain pada share definitions yaitu :
   - path = /home/data        ---> path tempat folder dishare
   - guest ok = no    -    ---> akses guest ditolak, untuk menghidupkan ganti dengan yes
   - browseable = yes        ---> bisa dibrowsing
   - read-only = no        ---> read-only memiliki opsi yes atau no
   - valid-users = yodi, root    ----> list user yang memiliki akses
   - writeable = yes        ---> bisa ditulis.
   - create mask = 700        ----> hak membuat file
   - directory mask = 700    ----> hak membuat direktori

*Dan keterangan perintahnya :


   - workgroup : setiap host atau client yang terhubung ke dalam satu jaringan yang sama (satu group) baik windows ataupun linux harus memiliki workgroup yang sama.
   - guest account : diset sebagai nobody; guest account ini mengatur pemberian hak izin write ke semua user
   - security : option defaultnya adalah “user”, “share”, “server”, dan “domain”
   - comment : komentar tentang drive tersebut
   - path : letak direktori yang akan dishare
   - read-only : option defaultnya adalah “yes” sehingga semua host yang ada tidak dapat melakukan perubahan apapun terhadap drive tersebut
 
   - locking : hak izin read only untuk filesystem ataupun perangkat device (CD-ROM)
   - browseable : Option defaultnya adalah “yes” sehingga drive yang dishare akan tampak pada  komputer lain
   - public : option ini menyebabkan semua host dapat mengakses file atau direktori yang tershare  tanpa adanya permintaan password dari komputer server.
   - guest ok : fungsinya sama dengan public
   - create mode : option ini untuk mengatur hak–hak yang akan diberikan kepada host lain terhadap file atau direktori yang akan dishare.
   - writable : option ini memberikan hak akses kepada host lain untuk melakukan perubahan pada file atau direktori yang anda share. Pilihan defaultnya adalah “no”.