Senin, 30 November 2015

DNS debian 6

1.   Masuk ke nano /etc/resolv.conf atur nama dns dan ip yang digunakan
2.   Sesuaikan ip dengan ip yang ada pada nano /etc/network/interfaces
3.   Restart network
4.   Install bind 9
5.   Masuk ke nano /etc/bind/named.conf.default-zones ubah :
      • Zone 1 dns
      • Zone 2 ip
6.   Copy db.10 dari db.127 (lokasi sama) dan copy db.smk dari db.domain (lokasi sama)
7.   Masuk ke db.10 ubah sesuai dengan nama dns dan ip  

8.   Masuk ke db.smk ubah sesuai dengan nama dns

      (kotak hijau => ip dns 
      Kotak jingga => harus diubah dengan CNAME ) 
9.   Restart bind9 

10. Cek dns dan ip di nslookup 

11. Selesai

Minggu, 29 November 2015

DHCP debian



  1. Install dhcp jangan lupa konek ke iso debian  
  2. Masuk ke nano  /etc/dhcp/dhcpd.conf
  3. Cari baris terpanjang
  • Ungu : network dan netmask
  • Jingga : ip yg akan di dhcpkan
  • Kuning :ip dns
  • Hijau : dns
  • Biru : router
  • Merah : ip broadcast
      4.  Masuk ke nano /etc/default/isc-dhcp-server

      5.  Ubah interfaces=”” jadi eth0 <sesuai dengan ip yang dipakai di nano /etc/network/interfaces>
      6.  Restart isc-dhcp-server
      7.  Masuk ke network and sharing center dan masuk ke change adapter setting

      8.  Masuk ke tcp ip v4 pada vmnet1

      9.  Ubah jadi optain automatically

     10. Selesai



Tambahan :


  •  Untuk vmware ke vmware tinggal hubungkan ke satu nat lalu di file interface client ubah menjadi

    “Auto etho 
  • Iface eth0 inet dhcp”
     restart interface client<jangan lupa untuk membuka(power on) servernya>
  • ·     Untuk windows di laptop lain \sambungkan kabel utp ubah nat server debian jadi auto bridging Dan klik optain ip dan dns server automatically di client windows.

 

Sabtu, 28 November 2015

Dual DNS



1.Masuk ke nano /etc/resolv.conf edit jadi 2 search dan 2 ip lalu ctrl+x save

2.Masuk ke interfaces edit jadi 2 ip


3.Restart network dan install bind9 jangan lupa konek ke debian 6(ISO)

 4.Masuk ke nano /etc/bind/named.conf.default-zones dan masukkan 3 zone baru
 Zone 1 dns 1
 Zone 2 ip dns 1
 Zone 3 dns 2
 (buat zone di bagian paling bawah)

 5.Copy db.local menjadi db.smk dan db.tkj (lokasi sama) Copy db.127 menjadi db.10 (lokasi sama) Dan sesuaikan dengan dns dan ip masing” dns
  •  db.10
  •  db.smk
  •  db.tkj
6.Restart bind 9

7.Buka file apache dan masukkan di bagian bawahnya sesuai gambar di bawah
   format(
              <virtualhost "ip dns">
              server name "nama dns"
               documentroot "letak file html"
              </virtualhost>
              )
8.Karena file untuk edit dns 1 sudah ada jadi tinggal buat file untuk dns kedua

9.Restart apache dan dual dns telah selesai




tambahan :
untuk buat file php install php5

Kamis, 03 September 2015

Debian & Vmware



1. Debian dan Vmware
Debian adalah salah satu OS (Operating System) yang digunakan sebagai web server. Debian merupakan salah satu OS Linux. Debian merupakan OS yang free jadi 100% aman daripada virus (virus tidak akan bekerja di komputer dengan OS free). Saat mencoba mengggunakan Debian, tentu akan sangat ribet apabila kita menginstall ulang OS kita bukan jadi kita dapat menggunakan Vmware workstation. Vmware ini adalah salah satu bentuk komputer virtual. vmware ini dapat menciptakan komputer virtual yang dapat kita installkan OS (windows,Linux) sesuai versinya.




2. Instalasi Debian di Vmware
Instalasi Debian dapat dilakukan dengan GUI dan CLI. meninstall dengan cara GUI tidaklah susah jadi akan saya jelaskan dengan CLI sebagai berikut
  • Buka Vmware


  • pilih create new virtual machine ( Ctrl+N)


  • pilih typical lalu next

  • pilih installer jika bukan pakai cd maka pilih iso,pilih browse dan masukkan iso debian anda

  • ubah nama mesin anda (jika diperlukan) dan browse untuk posisi mesin virtual diletakkan lalu next

  • ubah sizenya sesuai selera dan pilih split virtual disk lalu next dan klik finish

  • jika sudah muncul tampilan seperti ini maka klik memory dan ubah memori (RAM) menjadi 256 agar tidak nge-lag lalu klik ok


  • klik power on virtual machine

  • kalau sudah muncul tampilan seperti ini  maka pilih install

  • pilih language, location, dan keyboard input sesuai standar
  • pilih configure network manually

  • masukkan ip address

  • masukkan netmask

  • gate way boleh dikosongkan
  • server address sesuai dengan ip
  • masukkan hostname (sesuai selera) lalu enter

  • masukkan nama domain atau bisa juga disebut DNS dan tekan enter

  • masukkan password root beserta konfirmasinya (disini saya akan memakai 0000)

  • masukkan fullname user

  • masukkan user name (biasanya akan langsung muncul)

  • masukkan password beserta konfirmasi passwordnya (saya akan menggunakan 0000)

  • select time zone eastern
  • masuk ke bagian partisi pilih manual

  • lalu pilih SCSI3 dan pilih yes

  • pilih yang berwarna merah

  • pilih create a new partition, pilih ukuran partisi (sesuai kebutuhan), pilih primary, dan plih beginning
  • sesuaikan pembuatan partisi sesuai gambar lalu pilih done

  • lalu pilih lagi free space

  • pilih create a new partition, pilih ukuran partisi (sesuai kebutuhan), pilih logical
  • sesuaikan pembuatan partisi sesuai gambar lalu pilih done

  • pilih finish, pilih yes


  • pilih no

  • pilih no

  • pilih no jika ditanya install package surveys
  • pilih standar dengan web server pakai spasi dan enter


  • pilih yes saat disuruh reboot 
  • selesai
 3. koneksi debian ke windows 7
  1. ubah  network adapter jadi vmnet1 hostonly
  2. open network and sharing center
  3. pilih change adapter settings
  4. klik kanan vmnet1 klik enable lalu propeties
  5. ubah ip address lalu klik ok
  6. test ping di cmd dengan cara ping "ip server" (contoh : ping 192.168.1.1)
  7. buka ip server di firefox (jika muncul it works berarti berhasil)
  8. jika tidak bisa load cek ip anda
Terima kasih telah mengunjungi web ini dan jika ada pertanyaan silahkan masukkan komentar anda